Sunday, November 2, 2014

Checkered Pattern Typography



Hi....  ^^
Picture above is an assignment from my typography lecturer for last semester.
He asked us to create typography using checkered pattern. 

Assignment: Typography
Theme: Checkered Pattern
Color: Colorful
Media: A3 Paper
Number of Rows: 5
Number of Columns: 8
Total Rows x Columns 40Boxes
Font: Up to you (I chose Stencil)
Words: Name (My Name)
Printing: Art Paper 210gram
Software: Adobe Illustrator

When I started doing my assignment, I felt so confused to match boxes one by one. But I finally realized that all I tried to do just wasting my time at all. I didn't find out any tutorial about checkered pattern typography or maybe I dont even knew what was exactly the name of this assignment. I did many mistakes. Create one and Erase one, and so on and so on.... Until I found an easy peasy way to make it. 

Just played with some layers, one layer per one word or two words. U have to create one basic layer to estimated the grid. Then I create one new layer above each single word. At new layer I made rectangle same size as A3 then  I used path and split into grid (put the number you need) with 0 gutter.
Then u can starting like kids drawing: coloring ^^, Active the word layer and background layer then make clipping mask. Ta... Da.... Done.... Easy Peasy... 
U can coloring the boxes when the basic layer is active.

Picture above is my creation for checkered pattern typography. 
Hope ya like it guys... ^^,  

Thank you for reading, Regina 


Wednesday, October 15, 2014

Jalan-Jalan Argowisata ke Kavling Stoberi, Lembang - Bandung

Sering ke Bandung? Tapi belom semua tempat wisata di Bandung yang pernah dikunjungi khan? Sama, kayak saya. Bandung daerah wisata yang unik, sering memunculkan trend-trend baru, maka-nya orang ga ada bosan-bosan nya pengen jalan-jalan ke Bandung lagi ke Bandung lagi. Selain karena jarak tempuh nya yang sekarang lumayan dekat. Terima Kasih untuk pembangunan Tol Jakarta-Bandung, Jarak bukan lagi masalah untuk jalan-jalan ke Bandung.

Agrowisata kali ini saya mengunjungi Kavling Stoberi yang ada di Lembang. Daerah Kawasan Argowisata di Bandung cukup banyak, hanya saja karena waktu yang terbatas, nyari lokasi wisata nya yang dekat-dekat saja. Daerah Lembang tidak terlalu jauh dari pusat kota Bandung. Sedangkan Agrowisata yang pengen saya kunjungin lain waktu di daerah Ciwidey, jauh sekali...



Untuk cari Lokasi gampang nya, dari pusat kota naik terus ke arah Lembang. Saat sudah di daerah Lembang setelah melewati Terminal Ledeng, di sebelah kiri jalan ada belokan yang mau ke arah Kampung Gajah. Naik terus aja, patokannya setelah Kawasan Kampung Gajah. Tinggal beberapa kilo lagi sampailah di Kavling Stoberi. Letaknya ada di sebelah kanan jalan, masuk ke jalanan kecil. Hanya bermodalkan spanduk saja. Jangan sampai kelewatan.


Kavling Stoberi
Jl. Sersan Bajuri KM 5.8
Lembang, Bandung - West Java
Indonesia




Setelah parkir kita harus masuk ke dalam kantor dulu untuk registrasi. Enterance Fee nya IDR 16000/orang (sudah termasuk 1gelas juice strawberry nya). Setelah membayar, salah seorang staff akan menemani kita menuju kebun nya yang sudah dikavling-kavling kan. Bentuk Kavling Stoberi nya seperti gambar diatas ini. 









Berbekalkan keranjang rotan kecil dan gunting kecil, marilah kita memetik strawbeery. Kres.. Kres... Kress.... pelan-pelan namun pasti keranjang mulai terisi. Untuk weekday, kita bisa memetik strawberry sepuasnya tidak ada batasan. Kalau weekend, baru dibatasi, hanya boleh memetik dengan total 100grams yach kira-kira 8 buah strawberry. Mana puas yach? Harga Strawberry nya IDR 7000/100grams. Saya berhasil memetik kuranglebih 300grams. Masih belom puas sich. Dapetnya cuma sedikit banget. Harga nya lumayan mahal untuk se-sedikit ini. Tapi nama nya juga nyobain petik-petik sendiri strawberry nya, jadi pengalamannya aja yang jadi banyak dan terpuaskan. Hehehe.... Ini keranjang strawberry saya? Mana punya kamu?






Cantik-cantik yach strawberry nya? Oia, waktu metik strawberry ada sempet bedain jenis strawberry nya sich. Walau saya tidak sempat tanya langsung ke staff nya. Namun setelah saya coba sendiri, barulah saya tahu perbedaan nya. Selama memetik di Kebun Kavling Strawberry kita tidak boleh langsung makan strawberry nya ya ^^. Strawberry dengan warna merah gelap ke maroon dengan bintik-bintik kecil yang hijau kekuning-kuningan biasanya lebih asam. Namun strawberry dengan warna merah cerah dan bintik-bintik kecil kekuningan biasanya lebih manis.




Yang saya dapat dari hasil petik strawberry sendiri ini, strawberry nya masih fresh dan enak. Walaupun tidak semua strawberry yang saya petik manis, namun kesegaran nya begitu-begitu-begitu terasa. Di dalam ruangan maupun mobil, aroma fresh strawberry nya TOP banget. Sukaaa ^^


Sekian dulu review jalan-jalan nya.

Thank U, Regina

Sunday, October 12, 2014

Overnight at MALAKA Hotel, Bandung - West Java, Indonesia

Browsing-Browsing Internet nyari hotel yang nyaman di kantong. Jalan-Jalan boleh ngoyo cuma kudu sesuai budget. Hihihi.... and finally choose Malaka Hotel - Bandung. Dari sekian buanyaaak nya Hotel yang manjajakan diri/mengiklankan diri nya. Saya pilih Malaka Hotel - Bandung, kenapa?

1. Konsep Hotel Minimalis. 
2. Modern (Saya kurang suka ma Hotel Lama dan Tua, ya furniture nya, ya remang-remang nya, ya bau kayu nya lah, rasa nya udah antipati duluan dech)
3. Reasonable Price (harga nya terjangkau ma kantong saya, hihihi... pengen sich nginep di hotel-hotel kece yang facilities nya OK banget. Cuma kalo nginep disana trus saya ga bisa belanja? For What?? Hahaha... percuma lah... mending belanja. Hihihi... ^^ Karena dikamar pun hanya hitungan jam doang.




MALAKA Hotel, Bandung - West Java, Indonesia

Address:
Jl. Halimun 36
Bandung - 40263

Phone: +62 022-7303344
Fax: +62 022-7303236
Web: www.malakahotel.com


(PIC - Above: I took from AGODA Website, cause I didn't took any pictures of Hotel Facade)


Harga per kamar yang ditawarkan Malaka Hotel ini sekitar 350an ribu. Saya cukup tergiur dengan gambar-gambar nya di AGODA. Saya booking via Agoda karena ada member dan sedang malas compare ma another website karena waktu sekarang terbatas, huhuhu... 

Honestly, saya cukup kebingung cari alamat si Malaka Hotel ini. Maklum bukan anak Bandung. Tau daerah Bandung juga yang sekitaran Pasteur, Cihampelas, ma Lembang aja. Jadi lokasi Malaka Hotel ini belum pernah tersentuh sama sekali. Karena kebingungan nyari nya, saya telpon ke Receiptionist nya menanyakan directions nya. Dan saya merasa sangat terbantu dengan arahannya. Terima Kasih.


Pertama kali enter room nya: simple, minimalis, dominan warna nya hitam dan putih. 





Suka ma Canvas minimalis ini. Potrait yg di print pakai kertas canvas lalu dibingkai seperti lukisan.
  








Nah, jarang rasa nya kalau booking budgeting Hotel ada Water Heater nya. Tapi disini disediakan. Lumayan buat nge-teh atau nge-milo malem-malem. Saya tidak terlalu suka kopi, karena perut jadi ga enak kalo minum kopi, jadi saya prefer bawa tea sendiri ma milo powder biasanya dari rumah.







Bathroom nya pun simple, ada shower nya ada washtafel nya juga.

So far so good tentang room nya. Dengan reasonable price seperti itu saya cukup puas dan menikmati keramahtamahan hotel ini. Breakfast provided disini. Makanan nya sich kurang banyak menu nya menurut saya. Karena Ruang Makan nya cozy banget jadi ga terlalu terasa. 

(+) Bersih
(+) Terang, tidak remang-remang kalau malam hari
(+) Minimalis, konsep nya dapet banget
(+) Hotel Baru, furniture dll nya masih terjaga dengan baik

(-) Towel nya sedikit kusam warnanya, mungkin perlu di whitening sama laundry nya
(-) Enterance pas masuk Hotel nya sedikit aneh dan sempit, pas mau masuk ada pohon gede di tengah-tengah.
(-) Lokasi nya jauh dari daerah yang saya kenal & tau, hihihi ^^


Oia, pas kesini rame banget ma orang yang meeting di depan Hotel ini. Jadi Malaka ini punya Function Room yang bisa dipakai/rent untuk meeting. Kalau punya function room gini sich biasa nya selain bisa dipakai meeting, bisa buat conference, birthday party, anniversary party, mungkin minimalis wedding party juga bisa. 

That's all review Malaka Hotel - Bandung nya. Thank u for reading.



Thanks, Regina F. Yossyna  

Thursday, March 27, 2014

Sponsorship Letter to Japan Embassy in Jakarta (Surat Sponsor untuk Kedutaan Besar Jepang)

Morning... ^^
I wanna share my Sponsorship Letter to Japan Embassy in Jakarta. I made these letter for my BIG Boss's Wife. Check it out.

Saya mau share/berbagi contoh surat sponsor untuk Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Saya membuat surat ini untuk istri Boss Besar saya. Karena Ibu ingin ikut BIG Boss Holiday, jadi Ibu ngurus apply visa nya sendiri. Tapi butuh surat keterangan/surat sponsor untuk kelengkapan document apply VISA Jepang nya. Jadilah saya buatkan surat keterangan tentang status Ibu. Silahkan dilihat atau dijadikan referensi saat membuat surat sponsor dalam bahasa inggis/english ke Kedutaan Jepang. Monggo... dilihat...

PS. Names have been disguised / Nama telah disamarkan




Thanks for stopping by....
Thanks for reading...

Regina 

Monday, February 24, 2014

Nyicipin Re-Caffe's Cappucino Cincau & Mie Aceh Tamita, Pekanbaru - Indonesia

Hi.... ^^

Time goes by so quickly... Now nearly end of February... 
I wanna share my trip to Pekanbaru with you guys... Hope u like my story then... Happy Reading \(^o^)/


***

Lagi-lagi ke Pekanbaru nich ^^, cuma tetap saja kota nan bersih yang satu ini menurut saya bukan kota destinasi wisata. Karena tidak ada tempat wisata yang memaksa batin saya untuk mengunjungi nya, hehehe....

Ending lah di Pekanbaru dengan wisata lain nya, yaitu wisata kuliner. Karena beberapa waktu lalu saya sudah menyempatkan diri wisata kuliner di Pekanbaru, jadi ini trip kali ini sempat bingung juga mau nyobain kuliner dimana lagi yach?? Cerita tentang wisata kuliner saya di Pekanbaru sebelumnya dapat dibaca disini disini disini dan disini

Kali ini saya mau ngerasain yang namanya 'Kacau' alias si Cappucino Cincau ^^, hehehe.... Sebenarnya sebelum di Jabodetabek marak-marak nya Cappucino Cincau saat-saat ini, tahun lalu saat saya ada trip ke Pekanbaru saya sempat browsing juga. Entah awal mula nya berawal dari mana Cappucino Cincau ini merebak. Tapi sebelum marak di Jabodetabek. Saya mengetahui lebih dulu kalau Kacau ini ada nya di Pekanbaru. Lebih tepat nya Pioneer nya si Re-Caffe Cappucino Cincau ini. Banyak artikel yang saya baca tentang Kacau nya Re-Caffe ini. 




Karena penasaran dengan rasa nya, saya pun tancap gas eng-ing-eng ke Re-Caffe ini yang beralamat di Jl. K.H. Ahmad Dahlan. Pada dasarnya saya kalau jalan mah modal nekat ma tanya sana-sini aja ^^, jadi sering kesasar, sering bolak-balik kayak gosokan, sering ribet dan rungsing sendiri dech, hehehe.... Nyari alamat Re-Caffe ini juga modal maps google mobile phone saja. Pas sudah ketemu nama jalannya yach lurus aja peda-pede, LOL, even ga tau juga tempat nya dimana. 

Patokan gampang nya saat nyari Re-Caffe ini, ada di depan Satuan Brigade Mobil/Brimob atau nyari aja si Pecel Lele Lela, Re-Caffe nya pas banget ada disamping nya. Posisi ada di sebelah kanan jalan. Kedai nya mungil imut-imut. Bukan berbentuk ruko atau cafe sesungguhnya. Re-Caffe ini memakai lahan parkir di depan ruko. Ada banyak bangku dan meja kecil untuk kongkow-kongkow gitu, yang bikin enak nongkrong mungkin suasana nya kyk beneran di cafe gitu dech... ada dinaungi payung cafe ala Starbuck, hehehe ^^




Sesampai nya disana, saya langsung pesan. ^^, liat menu nya ada beberapa list kopi yang terpampang disana. Namun at the end staff nya bilang begini "Yang ada cuma Cappucino Cincau aja mba." Hm... Mungkin awalnya owner Re-Caffe ini mau buat bener-bener kayak kedai kopi ala-ala-an Starbuck kali yach, namun yang hits nya 'Kacau' jadi sekarang back to business lagi, Only Sell Cappucino Cincau.




Kacau Re-Caffe ini menurut saya OK banget. Rasa Cappucino nya berasa banget. Trus recipe nya pas sekali. Adonan nya ngeblend dan thick bukan kayak Cappucino Cincau yang cuma banyak air nya saja. Tapi ini adonan nya eunak sekali, tebel lah, ga encer. Kudu nyoba and ngerasain sendiri kalau ada sempet waktu jalan-jalan atau mampir ke Pekanbaru. 

Saya sempat memperhatikan cara pembuatan Cappucino Cincau ini. Staff nya mengambil beberapa sendok bubuk cappucino nya lalu ditambahkan gula pasir lalu es lalu sedikit air kemudian di blend dengan tambahan susu kental manis putih, selesai di blend gelas cup dihias dengan sedikit coklat cair lalu dituang. Jadilah Cappucino Cincau Re-Caffe yang ada di depan mata saya untuk di-icip-icip. 




Seruput demi seruput ga kerasa kalau 'Kacau' ini sudah habis. Nongkrong outdoor dengan angin semeliwir-semeliwir... ditemani drink yang Okeh banget, rasanya ga mao beranjak pulang hehehe.... Terbayang oleh saya bagaimana ramainya tempat ini kalau malam hari apalagi saat Jumat malam, Sabtu malam atau Minggu malam. Banyak anak-anak muda nongkrong kongkow, ngobrol-ngobrol memenuhi Re-Caffe mungil ini. Hmm... kalau ga inget tadi saya mau icip mie aceh yang sempat saya lewati saat mencari Re-Caffe ini pasti saya akan pesan lagi 'Kacau'nya. 


***


Next Destination... Mie Aceh Tamita... 

Saat saya dalam perjalanan mencari letak lokasi Re-Caffe, mata saya terbelalak saat melihat rumah makan Mie Aceh Tamita yang cukup eye-catching di perempatan jalan. Liur sempat ngences ngebayangin mie aceh yang pedes-pedes gimana gitu. Otak sudah mengirimkan instruksi untuk take a note tempat itu, hahaha (alasan aja). Olalala... Saya pun berkata, "Saya harus nyobain yang satu ini." 





Posisinya ada di sebelah kanan jalan pas mau nyari Re-Caffe. Pas banget di perempatan jalan. jadi yach cukup sound catching juga dech alias berisik. ^o^ Banyak kendaraan yang lalu lalang, ga sedikit juga yang berisik membunyikan klakson. 




Sebelum saya order saya sempat keblinger dengan banyaknya menu yang dapat disantap. Sluuurpp.... Kalau ga nahan-nahan sudah keburu ngences ini, pengen coba inih-ituh aja. Saat order saya pesan mie aceh sedang saja pedas nya. Karena takut sakit perut. Isi perut saya kali ini sudah macam-macam jadi kalau mau hajar yg supeeer pedas takut diare, hehehe.... 






Hasilnya??? Lekker bener.... ^^ Eunak yoo... 
Mie nya enak, kuah nya mantapss... Saya suka acar bawang merah nya tuch, pas banget di lidah. Ga salah pilihan saya buat mampir icip-icip disini ^^, nagih dan pengen datang lagi someday yach ^^, Kalau saya ada trip lagi ke Pekanbaru. 




Stories kali ini cuma tentang Re-Caffe dan icip-icip saya di Mie Aceh Tamita. Saya kurang punya banyak waktu untuk menjelajahi kuliner lainnya. Karena trip nya juga cuma 1 hari saja. Sekian cerita saya kali ini. Readers kalau ada yang ke Pekanbaru dan punya banyak waktu jangan lupa icip-icip juga yach ^^,
Kalau ada rekomendasi tempat icip-icip bagi-bagi info saya juga yach ^^

Thank u for stopping by...

LOve, Regina  



  






Sunday, February 9, 2014

Pieces of My Graphic Design

Hi... Readers ^^,

Since I've got holiday for a month. I am no longer so busy-busy person. I have many spare time to do anything I want. Recently, I play and practice using SAI Paint Tool Software.

Here comes my designs. Enjoy ^^